Tampilkan postingan dengan label KiLaS DaeRaH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KiLaS DaeRaH. Tampilkan semua postingan

Selasa, 28 April 2009

Alex Noerdin - Peduli Lingkungan

Selasa, 28 April 2009 | 04:41 WIB
Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin (58) punya kepedulian terhadap lingkungan dan persoalan yang melingkupinya. Itulah yang menjadi salah satu alasan ia merelakan hari libur untuk menerima sekitar 50 aktivis sepeda dari komunitas Bike To Work di Griya Agung, Kota Palembang, Minggu (26/4).



Di hadapan para pekerja bersepeda ini, Alex menyatakan dukungan dan apresiasinya terhadap eksistensi komunitas sepeda di Palembang itu. Alasannya, para aktivis sepeda membawa serta kepedulian terhadap lingkungan.

Kepedulian itu juga tecermin dari antusiasme Alex terhadap komunitas B2W tersebut. Dia mengutarakan niatnya memesan kaus dan sepeda agar bisa menjadi anggota komunitas tersebut.

Alex yang didaulat menjadi pelindung komunitas B2W Palembang bahkan memastikan dirinya tidak akan sekadar bersepeda sesekali dengan komunitas pekerja bersepeda. Keterlibatannya bukan hanya simbolis, tetapi dia akan ikut mendukung kegiatan yang dilakukan komunitas tersebut. Ini demi kepedulian terhadap lingkungan.

Oleh karena itu, sebelum berpisah dengan Ketua B2W Palembang, Solichin, Alex mengajak mereka membuat acara ” besar” untuk memperingati hari lingkungan hidup pada Juni mendatang.

Readmore »»

Selasa, 21 April 2009

Pemkot Palembang Gagas Program Bank Sampah

KOMPAS, Selasa, 21 April 2009 04:39 WIB
Pemerintah Kota Palembang menggagas program bank sampah, yakni pengelolaan sampah secara mandiri dan swadaya untuk mendukung terwujudnya Kota Palembang yang bersih dan nyaman. Menurut Asisten Ekonomi dan Pembangunan Kota Palembang Apriyadi S Busri, Senin (20/4), program bank sampah ini awalnya akan dilakukan di lembaga pendidikan (sekolah). Program ini didukung dana CSR dari BUMN di Palembang, yakni PT Pusri. ”Program bank sampah juga diharapkan dapat membiasakan pelajar dan masyarakat untuk mengolah sampah dan memanfaatkan nilai gunanya. Jadi sampah tidak hanya dimaknai sebagai barang kotor, tetapi bisa berguna salah satunya sebagai kompos,” katanya. Dia berharap pengenalan kompos lewat bank sampah ini bisa diperluas ke fasilitas publik, seperti terminal dan pasar.

Readmore »»

Jumat, 17 April 2009

”Bank Sampah” untuk 100 Sekolah

KOMPAS, Sabtu, 18 April 2009 05:30 WIB
Pemerintah Kota Palembang, Sumatera Selatan, menyiapkan 100 sekolah untuk dapat mengelola sampah di lingkungan sekolah masing-masing dan menjadi ”bank sampah”, dengan mendapatkan modal atas sampah yang berhasil dikumpulkan itu.
Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Palembang Kemas Abubakar di Palembang, Jumat (17/4), mengatakan, ”bank sampah” itu siap diterapkan pada seratus sekolah sebagai percontohan lebih dulu. ”Bank sampah” berupa pengelolaan sampah di sekolah dengan sistem pengumpulan dilakukan para siswa dan sekolah bersangkutan, kemudian dijual kepada pengurus OSIS atau koperasi sesuai dengan yang diterapkan di sekolah itu. Menurut dia, setiap sekolah akan diberi modal Rp 300.000. Dana tersebut nantinya dipergunakan untuk membeli sampah yang dikumpulkan pelajar di sekolah tersebut. Ia menyatakan, sampah itu juga harus dipisahkan berdasarkan jenis sampah organik dan bukan organik sehingga perlu disiapkan juga tong sampah untuk menampungnya. Dia menyebutkan, khusus sampah di sekolah dipastikan paling banyak berupa kertas dan botol plastik. Setelah dikumpulkan dan dibeli pengurus OSIS atau koperasi sekolah itu, selanjutnya sampah tersebut dijual kepada pengumpul sesungguhnya. Abubakar menambahkan, dengan sistem mengumpul, membeli, dan menjual kepada pengumpul, diharapkan dana yang diberikan sebesar Rp 300.000 yang berasal dari Corporate Social Responsibility (CSR) PT Pupuk Sriwijaya dipastikan akan bisa berputar. ”Sampah itu juga dapat bernilai ekonomis dan tidak hanya menjadi barang buangan,” katanya. (ANTARA/BOY)

Readmore »»

Jumat, 13 Maret 2009

Hari Bakti Rimbawan

KOMPAS, Jumat, 13 Maret 2009, 05:34 Wib
Dinas Kehutanan Sumatera Utara beserta unit pelaksana teknis bidang kehutanan memperingati Hari Bakti Rimbawan (yang jatuh pada 16 Maret) dengan menggelar aneka kegiatan lingkungan. Sejumlah kegiatan dilakukan, di antaranya
menanam 1.500 pohon di Kebun Binatang Medan dan membagi 2.500 batang pohon kepada masyarakat. Demikian siaran pers yang disampaikan Kepala Dinas Kehutanan Sumut James Budiman Siringoringo, Kamis (12/3) di Medan. Penanaman pohon untuk keperluan rehabilitasi salah satunya terealisasi dalam program Gerakan Nasional Rehabilitasi Hutan (Gerhan) dan Lahan. Gerhan di Sumut salah satunya dilakukan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA). Sejak tahun 2003 pelaksanaan program ini dilakukan di lahan seluas 1.526 hektar yang tersebar di sembilan kawasan taman wisata alam dan suaka margasatwa. Dari seluruh kawasan ini, hanya taman wisata alam Holliday Resort yang dinyatakan gagal karena persentase pertumbuhan tanaman tidak sampai 55 persen dari semua tanaman yang ditanam.

Readmore »»

Senin, 23 Februari 2009

Konservasi Laut Nusa Penida Mulai Dirintis

KOMPAS, Senin, 23 Februari 2009, 00:53 Wib
Kawasan konservasi laut di Nusa Penida mulai dirintis dengan dibentuknya pusat kegiatan masyarakat di Nusa Lembongan, Klungkung, Bali, Sabtu (21/2).
Pusat kegiatan yang dibentuk lembaga swadaya masyarakat Satya Posana Nusa dan difasilitasi The Nature Conservancy-Coral Triangle Center (TNC-CTC) itu bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat agar dapat mengambil inisiatif dan peran dalam upaya perlindungan dan konservasi laut di kawasan mereka sendiri. Manajer Program Segitiga Terumbu Karang TNC-CTC Abdul Halim menyatakan, pusat kegiatan masyarakat itu merupakan bagian dari upaya mencapai pendekatan kolaboratif dan partisipatif dalam rangka kemitraan TNC-CTC dengan Pemerintah Indonesia untuk melindungi terumbu karang dan biota laut penting lain di kawasan Segitiga Terumbu Karang. Kawasan konservasi laut itu meliputi Indonesia, Filipina, Malaysia, Timor Leste, Papua Nugini, dan Kepulauan Solomon. (BEN)

Readmore »»

Rabu, 11 Februari 2009

Tambahan 11 Gajah Tak Sesuai Amdal

KOMPAS, Rabu, 11 Februari 2009, 01:58 Wib
Asisten II Sekretariat Daerah Provinsi Bali I Made Adi Jaya, di Denpasar, Selasa (10/2), mengatakan, keberadaan 11 dari 31 gajah di Bali Marine Safari Park (BMSP) di Gianyar tidak sesuai dengan pedoman analisis mengenai dampak lingkungan (amdal), terutama terkait daya dukung pakan. Kelebihan populasi dikhawatirkan akan mengganggu keseimbangan lingkungan. Sementara Manager Pemasaran BMSP Rei Satria, secara terpisah menegaskan, pemindahan semua gajah dari Jawa ke BMSP sudah memenuhi ketentuan Dinas Peternakan dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam setempat. Ia juga menjamin tidak masalah dengan ketersediaan pakan karena sudah melibatkan sejumlah desa adat sekitar sebagai pemasok pakan gajah. Selain itu, BMSP sendiri menyisakan sekitar 5 hektar kawasannya khusus untuk lahan pakan gajah. (ANS)

Readmore »»