Minggu, 11 Januari 2009

Rehabilitasi Lahan Kritis di Kalteng Gagal

KOMPAS Senin, 12 Januari 2009 00:54 WIB
Kotawaringin Timur - Sedikitnya 14.300 dari 25.100 hektar lahan kritis tempat program gerakan rehabilitasi hutan di Provinsi Kalimantan Tengah tahun 2008 gagal ditanami. Penyebabnya,

enam dari 10 kabupaten/kota di Kalteng menolak melaksanakan karena menganggap mekanisme program tidak jelas dan jenis tanaman tidak cocok.
Hal itu diungkapkan Kepala Balai Pengelola Daerah Aliran Sungai (BP DAS) Kahayan, Muswir Ayub, di Kotawaringin Timur, Sabtu (10/1).
Berdasarkan data BP DAS Kahayan, hingga akhir tahun 2007 ada 4,5 juta hektar (ha) lahan kritis di Kalteng (di luar empat kabupaten Kalteng di alur Sungai Barito yang masuk wilayah kerja BP DAS Barito di Banjarmasin, Kalsel).
Pada tahun 2008 ditargetkan 25.100 ha lahan kritis akan ditanami. Lahan kritis itu terdapat di Kabupaten Kotawaringin Timur seluas 1.600 ha, Kapuas 1.400 ha, Pulang Pisau 3.750 ha, Gunung Mas 6.000 ha, Katingan 2.100 ha, Seruyan 1.000 ha, Kotawaringin Barat 4.000 ha (2.000 ha di antaranya di Taman Nasional Tanjung Puting), Sukamara 2.750 ha, Lamandau 2.000 ha, dan Kota Palangkaraya 500 ha.
Namun, yang melaksanakan gerakan rehabilitasi hutan (gerhan) hanya Kabupaten Kotawaringin Timur, Pulang Pisau, Katingan, dan Sukamara.
Bupati Seruyan, Darwan Ali, ketika dikonfirmasi menuturkan, pihaknya menolak gerhan karena sistem pelaksanaan tidak jelas.
Bupati Kapuas Mawardi mengusulkan, pelaksanaan gerhan disesuaikan dengan kebutuhan daerah. ”Jenis tanaman jangan dipaksa dominan pohon berkayu. Karet yang sudah diakrabi warga sebaiknya diutamakan,” katanya.
Menurut Muswir, pohon berkayu diutamakan karena tujuan gerhan adalah untuk merehabilitasi hutan. (CAS)

Tidak ada komentar: